Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Senin, 06 Mei 2013

contoh puisi

CONTOH PUISI

PEMANDANGAN DI QUE-LIN
by Husseyn Umar

gunung-gunung dan bukit-bukit hitam
tinggi dan tajam
menjulang menusuk-nusuk awan

air sungai Li berkelok-kelok
bermain-main di celah kaki-kakinya

bilakah sebenarnya
dewa-dewa telah turun dari langit
sempat-sempatnya membuat
pahatan alam yang begini cantik!

Puisi tentang angin laut di alam


ANGIN LAUT
Puisi tentang alam karya Kuntowijoyo

Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.


KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.

INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna
TANAH AIRKU
Puisi Haris Rahmat Nugraha

Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata
Oh..... tanah airku tercinta
Indonesia jaya.....

ALAM DILEMBAH SEMESTA
Puisi Ardian.H

Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahyanya menusuk citra

Pahatan Gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud
Tinggi . . . Tajam . . .

Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak

Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah kaki-kaki menjejak karya-karyaNYA

Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna

Sungguh jelita permadani ini
Terbarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya

Serasa bertualang di negeri tak bertuan ALAM
Puisi Vino Tritambayong

Ku buka mata ..
cahaya pagi menembus kaca jendela ..
Semerbak mawar merah dan putih merekah ..
Ku buka jendela ..
Ku hirup udara segar ..

Melihat kabut tebal masih menyelimuti bumi ..
Setetes embun membasahi daun ..
Kicauan indah terdengar di telinga ..
Angin berhembus halus menembus kulit

Ku lihat awan seputih melati ..
Juga langit, sebiru lautan samudra ..
Kini kusiap menghadapi hari yang baru ..
Dan indahnya bumi ..

BANCANA MELANDAKU
Puisi Tanpa Nama

Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan yang runtuh
Tempatku nan asri terlindas habis
Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap
Kau lalap habis aku kehilangan segalanya

Mata manusia sedunia terpengarah, menatap dan heran
Memang kejadian begitu dahsyat
Bantuan dan pertolongan mengalir
Hati manusia punya nurani

Tuhan , mengapa semua ini terjadi ?
Mungkin kami telah banyak mengingkari-Mu
Mungkin kamu terlalu bangga dengan salah dan dosa
Ya, Tuhan ampunilah kami dalam segalanyaPERMAINYA DESAKU
Puisi Tanpa Nama

Sawah mulai menguning
mentari menyambut datangnya pagi
ayam berkokok bersahutan
petani bersiap hendak ke sawah.

Padi yang hijau
siap untuk dipanen
petani bersuka ria
beramai – ramai memotong padi

Gemercik air sungai
begitu beningnya
bagaikan zamrud khatulistiwa
itulah alam desaku yang permai

Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi

Proposal BAB1


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang Masalah
Dalam dunia ekonomi seorang produsen atau suatu perusahaan sekalipun bisa berkedudukan sebagai konsumen manakala mereka membelanjakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa demi keperluan konsumsi, maka ketika itu mereka termasuk kategori konsumen, bahkan seorang anak yang belum bekerja sekalipun baik secara langsung atau tidak langsung akan turut serta menentukan anggaran rumah tangga, maka anak itu juga disebut konsumen.
Setiap konsumen akan membelanjakan atau mengalokasikan pendapatannya untuk dibelikan barang-barang konsumsi dan jasa-jasa konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Teori kepuasan konsumen akan membahas apa reaksi konsumen dalam kesediannya membeli suatu barang manakala terjadi perubahan pendapatan yang mereka peroleh, atau ketika terjadi perubahan harga dari barang yang bersangkutan dan ketika terjadi perubahan cita rasa konsumen itu sendiri terhadap produk atau jasa yang akan dibelinya.
Pada dasarnya teori ekonomi didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu yang diantaranya asumsi rasionalitas. Asumsi ini dalam teori konsumen diwujudkan dalam ungkapan bahwa konsumen akan senantiasa berusaha menggunakan pendapatannya yang jumlahnya terbatas untuk memperoleh kombinasi barang-barang dan jasa-jasa konsumsi yang menurut mereka akan memberikan kepuasan maksimal. Asumsi lain dianggap konsumen mempunyai pengetahuan yang luas terhadap macam-macam barang dan jasa yang tersedia dipasar, harga masing-masing barang dan jasa yang ingin mereka konsumsi, jumlah pendapatan yang mereka peroleh dan cita rasa yang mereka miliki.
Pemahaman akan perilaku konsumen adalah tugas penting bagi para pemasar. Para pemasar mencoba memahami perilaku pembelian konsumen agar mereka dapat menawarkan kepuasan yang lebih besar kepada konsumen. Tapi bagaimanapun juga ketidakpuasan konsumen sampai tingkat tertentu masih akan ada. Beberapa pemasar masih belum menerapkan konsep pemasaran sehingga mereka tidak berorientasi pada konsumen dan tidak memandang kepuasan konsumen sebagai tujuan utama. Lebih jauh lagi karena alat menganalisis perilaku konsumen tidak pasti, maka membuat para pemasar kemungkinan tidak mampu menetapkan secara akurat apa sebenarnya yang dapat memuaskan para pembeli. Sekalipun para pemasar mengetahui faktor yang meningkatkan kepuasan konsumen, mereka belum tentu dapat memenuhi faktor tersebut.
Setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen/pelanggan.
Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan, jika kinerja yang dirasakan di bawah harapan maka konsumen merasa tidak puas, sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka niscaya konsumen merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan maka konsumen akan merasa sangat puas. Oleh sebab itu, maka tidak ada pilihan lain bagi perusahaan agar harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkannya.

Alfamaret dan Indomaret merupakan salah satu tempat berbelanja seperti halnya toko atau pasar tradisional kecil yang biasa dan bisa dikunjungi oleh masyarakat umum dari semua kalangan dan golongan. Dari kalangan menengah ke atas sampai menengah ke bawah pun bisa membeli kebutuhannya disana, dan disana kita juga bisa merasakan perbedaan dalam berbelanja, padahal tempat dan kegunaannya pun sama dengan toko atau pasar tradisional kecil tetapi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh konsumen berbeda, hal ini didasarkan karena manajemen dan fasilitasnya yang berbeda dengan toko atau pasar tradisional kecil. Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas maka judul penulisan ilmiah yang diambil oleh penulis adalah  “PERBANDINGAN PERSEPSI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN MINIMARKET INDOMARET DAN ALFAMARET DI PERUMAHAN TAMAN WISMA ASRI”

1.2.    Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1. Rumusan Masalah
 Kepuasan konsumen memberikan gambaran tentang hasil dan perkembangan minimarket  untuk mengetahui sejauh mana efisiensi pelayanan yang diberikan minimarket untuk melakukan kegiatan usahanya. Berdasarkan keterangan diatas maka dalam penulisan ilmiah ini, penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pelayanan Minimarket Alfamaret dan Indomaret pada Bulan Mei 2013?
2. Apakah konsumen merasa puas terhadap pelayanan Minimarket Alfamaret dan Indomaret?

1.2.2. Batasan Masalah
 Dengan memperhatikan tingkat pelayanan karyawan minimarket terhadap    konsumen tiap periode, maka dapat diketahui apakah pelayanan minimarket membuat konsumen merasa puas atau tidak puas. Sehingga pada penulisan ini, penulis memberikan batasan masalah pada kepuasan konsumen pada bulan Mei 2013 di daerah Perumahan Taman Wisma Asri, Bekasi.

1.3.    Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
 Tujuan Penelitian diharapkan bisa dicapai dari penulis ilmiah ini yaitu antara lain :
1.    Untuk mengetahui pelayanan minimarket Indomaret dan Alfamaret.
2.    Untuk mengetahui seberapa puas konsumen terhadap pelayanan Minimarket Indomaret dan Alfamaret.

1.3.2.  Manfaat Penelitian
  Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis diharapkan dapat diperoleh manfaat dan  kegunaan penelitian sebagai berikut:
1.    Bagi peneliti
Berguna sebagai pemberitahuan dan masukan dari dunia luar tentang Analisis Perbandingan Kepuasan Konsumen Minimarket Indomaret dengan Alfamaret.
2.    Bagi akademis
Penelitian ini berguna untuk memberikan masukan dari referensi kepada Mahasiswa Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi mengenai kepuasan konsumen khususnya perbandingan Kepuasan Minimarket Indomaret dengan Alfamaret.
3.    Bagi praktisi
Sebagai masukan bagai perusahaan bagaimana perbandingan persepsi    konsumen terhadap kepuasan atas layanan yang diberikan oleh Indomaret dan Alfamaret.

1.5. Metode Penelitian
1.5.1. Objek penelitian
 Dalam penulisan ini penulis mengambil objek penelitian pada Minimarket   Indomaret  dan Alfamaret yang beralamat di Perumahan Taman Wisma Asri 1, Jalan Perjuangan Teluk Pucung Bekasi Utara.

1.5.2. Metode Pengumpulan Data/Variabel
 Untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan dalam penulisan ini,   maka penulis menggunakan beberapa cara diantaranya :
 1. Studi Lapangan
a. Observasi
    Penulis mempelajari secara langsung pada objek peneliti.          
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan bertanya atau berkomunikasi langsung     dengan responden, wawancara langsung dengan pihak yang terkait dengan topik penulisan yaitu bagian konsumen. Untuk memperoleh data tentang gambaran berbelanja di minimarket Indomaret dan Alfamaret.
c. Kuisioner
Merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden untuk disi, kuisioner ini untuk mengetahui prioritas apa saja yang menjadi dasar konsumen untuk membeli di minimarket Indomaret dan Alfamaret.


 PROPOSAL BAB 1
1.6. Analisis Data
Pada penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara  instrument kuesioner. Dalam hal ini penulis menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer dalam bentuk pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang memberi kebebasan kepada responden untuk memberi jawaban. Sebuah pertanyaan hanya bisa diberikan diantara pilihan yang sudah terjadi. Sedangkan pengukuran data yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan skala likert dengan kriteria skor sebagai berikut:
1. Sangat setuju (SS) =
2. Setuju (S) =
3. Netral (N) =
4. Tidak Setuju  (SN) =
5. Sangat Tidak Setuju (STS) =

Jumat, 05 April 2013

proses penalaran dalam berbahasa


Setiap siswa memiliki gaya belajar sendiri. Bobbi Deporter (1992) menyebutkan hal itu sebagai unsur modalitas belajar. Menurutnya ada tiga belajar pada tiap diri siswa dimana tiap orang memiliki kecenderungan terhadap salah satunya. Ketiga hal itu adalah visual, auditorial, dan kinestetis. Siswa yang memiliki kecenderungan visual akan cenderung belajar dengan cara melihat. Siswa dengan kecenderungan auditorial akan lebih tertarik untuk belajar dengan mendengarkan suara-suara. Sementara siswa dengan karakter kinestetis akan lebih tertarik untuk praktek dengan melakukan suatu kegiatan atau menyentuh secara langsung.
Dalam pembelajaran kontekstual, guru dituntut untuk dapat memahami karakteristik belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan gayanya masing-masing. Dalam pembelajaran konvensional, guru sering lupa memperhatikan hal ini. Sehingga yang terjadi adalah apa yang dikatakan Oleh Paulo Freire sebagai pemaksaan kehendak.Sehubungan dengan itu, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan menerapkan model belajar pembelajaran kontekstual, yakni :
Pertama, siswa harus dipandang sebagai manusia yag sedang berkembang dan bukan sebagai orang dewasa dalam ukuran kecil. Kemampuan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh level perkembangan siswa sehingga kita tidak boleh memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan level perkembangan siswa tersebut. Dengan demikian guru tidak bertindak sebagai penguasa dalam sebuah pembelajaran, namun ia berperan sebagai pembimbing siswa dalam membimbing mereka sesuai dengan level perkembangannya.
Kedua, setiap anak memiliki kecenderungan untuk mencoba hal yang baru. Mereka akan senang jika mendapat tantangan-tantangan yang baru. Oleh karena itu, guru berperan sebagai pemilih objek baru dan menantang yang akan dipelajari oleh siswa. Ketiga, belajar bagi siswa adalah mengaitkan hal-hal yang telah dikuasi dengan informasi baru yang mereka dapatkan. Dengan demikian tugs guru adalah untuk mengaitkan informasi yang telah ada pada siswa dengan hal baru yang ia pelajari. Keempat, belajar merupakan proses penyempurnaan skema yang sudah ada pada diri siswa (asimilasi) dan membuat skema yang baru (akomodasi). Dengan demikian guru bertugas untuk membantu melakukan proses asimilasi dan akomodasi.
Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.Dalam konteks itu, prosedur atau program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. Atas dasar itu, saran pokok dalam prosedur atau penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut:
(a) Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar,
(b) Nyatakan tujuan umum pembelajarannya,
(c) Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu,
(d) Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa,
(e) Nyatakan authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.Dengan mengetahui dan memahami prosedur pelaksanaan atau implementasi model pembelajaran kontekstual oleh guru, maka akan memudahkan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran yang dilakukannya. Prsedur yang dikemuakan di atas, bukanlah harga mati dan kaku, guru boleh mencari dan menambah tahapan atau konsep lainnya, sehingga lebih memperkaya dan memperluas prosedur pelaksanaan model pembelajaran kontektual ini. Semoga.
Diposkan oleh lienz-lienz di 03:30 0 komentar
tulisan ilmiah
Dalam kedudukan resminya sebagai bahasa negara dan bahasa kebangsaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Bahasa Indonesia secara bertahap dan sistematis mengalami penyempurnaan ejaannya.

Pada tahapan terakhir, tanggal 16 Agustus 1972 Ejaan Bahasa Indonesia dibakukan sesuai dengan EYD dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972.

Kamis, 28 Maret 2013

TUGAAS KLKP 27 MARET 2013

KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN


Pengertian Dari World Financial Flow :

Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh karena itu pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat.
Di dalam msyarakat terdapat orang memiliki dana lebih (A) dan orang yang yang membutuhkan dana (B). Tanpa adanya (A) atau (B) Bank tidak akan bisa hidup. Bunga untuk masyarakat yang menabung ditulis (i1) dan bunga bagi masyarakat yang meminjam ditulis (i2).
Jika ingin meminjam uang dengan A, antara si A dan si B harus memenuhi 2 syarat yaitu si B harus kenal terlebih dahulu dengan si A agar dapat dipercaya. Dan si A mempunyai uang untuk dipinjamkan untuk si B. Ini disebut dengan Double Coincidence. Dan di dalam double coincidence itu terjadi Financial Intermedit atau Perantara Keuangan.
Antara masyarakat yang menyimpan uangnya (A) di Bank berupa :
1. saving deposit = tabungan.
2. demand deposit = giro.
3. time deposit = deposit

Sedangkan dana yang dipinjamkan (B) untuk masyarakat berupa kredit atau loan. Di dalam (B), untuk mengurangi resiko, Bank lebih memilih 10 orang menabung masing-masing 1juta dari pada 1 orang menabung 10 juta. Inilah yang disebut dengan law of the large member atau hukum bilangan besar, dan hukum ini sangat bergatung pada masyarakat.
Adapun cara lain untuk mempertemukan A dan B selain melalui Bank adalah dengan Capital Market (i3). Capital market dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Saham (surat kepemilikan)
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Imbalan tersebut berupa deviden atau capital gain.

2.  Dividen
Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Sedangkan capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek, dimana nilainya melebihi dari harga pembelian.

3. Obligasi (surat hutang)
obligasi merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Imbalan dari obligasi adalah diskonto.
Jika B mengalami kerugian atau kematian maka Bank tidak akan menanggung kerugian itu sendiri. Bank bekerja sama dengan asuransi. Sebut saja asuransi XYZ dengan premi 30% & up 30 jika asuransi XYZ tidak kuat menanggung kerugian Bank, maka terjadilah reasuransi kepada asuransi KLM dengan premi 30% & up 30, dan jika asuransi KLM tidak sanggup juga untuk menanggung kerugian BANK maka terjadilah retrocessi kepada asuransi ABC dengan premi 40% & up 40.
Demi mendapatkan saham BANK, asuransi ABC membeli saham-saham dari BANK untuk membuka usaha leasing sebut saja DEF leasing, biasanya leasing yang dibuka asuransi itu berupa kendaraan dan barang elektronik. Jadi selain asuransi ABC memiliki saham BANK, asuransi ABC pun memiliki usaha yang diberi nama DEF leasing.
Di indonesia untuk sekarang ini belum ada asuransi yang seperti asuransi ABC. Asuransi ABC baru ada di luar negeri. Dan yang dimaksud dengan transnational corporation jika perusahaan asuransi ABC memiliki saham dari beberapa BANK di negara lain.

Sabtu, 23 Maret 2013

PENGERTIAN PUISI

PUISI
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
2. Jenis dan Contoh Puisi Lama
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contoh : Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka. Contoh : Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. Contoh : Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
d) Seloka adalah pantun berkait. Contoh : Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. Contoh : Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

NILAI SUBJEKTIF,OBJEKTF,INTRUMENTAL,INTRINSIK,RELATIF

Nilai Subjektif, Objektif, Instrumental (Ekstrinsik), Intrinsik, Relatif


Pengenalan

Secara umunnya, terdapat 6 jenis nilai utama yang sering digunakan oleh individu dalam pelbagai konteks, antaranya ialah nilai instrumental (juga dikenali sebagai nilai ekstrinsik), nilai intrinsik, nilai subjektif, nilai objektif, nilai relatif dan nilai mutlak (absolute).

Sebenarnya, nilai mempunyai beberapa fungsinya. Yang berikut adalah antara fungsi-fungsi terpenting bagi nilai. ( Eow B.H.,  2001)

Nilai berperanan sebagai satu kriteria atau piawai (standard) yang konsisten agar individu atau masyarakat bertindak dengan baik, betul dan boleh diterima. Fungsi ini membolehkan individu dan masyarakat menjadi agen moral dan pengkritik moral, iaitu mengetahui apa yang boleh dilakukan dan menilai kemoralan diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, fungsi nilai juga sebagai satu tunjuk arah, rujukan dan panduan untuk menyelesaikan konflik moral. Ini bermaksud, walaupun dalam keadaan beberapa nilai mungkin berkonflik, keutamaan nilai seseorang itu akan membantunya menyelesaikan konflik yang dialami. Nilai bukan hanya sebagai perangsang, malahan membataskan perlakuan seseorang. Ini bermakna seseorang itu akan bertindak mengikut nilainya sendiri dan tidak akan melakukan sesuatu yang dirasakan berlawanan dengan nilai yang dihayati.

Di samping itu, nilai juga berfungsi sebagai batasan (restriction) terhadap perbuatan dan kelakuan individu atau masyarakat mengikut kehendak nilai yang dipengangi. Apabila kita dapat memahami dan menghayati nilai, maka kita akan melakukan perbuatan mengikut kehendak dan kepentingan nilai terhadap diri sendiri dan orang lain.


 
Dalam asas nilai etika, terdapat pelbagai cara dan konteks dalam menggunakan sesuatu nilai. Jadual berikut adalah tiga konteks utama yang boleh membantu seseorang itu memahami sesuatu nilai:


Jenis-jenis nilai
Peranan
·         Nilai Instrumental (Ekstrinsik)
·         Nilai Intrinsik
Nilai yang digunakan untuk menunjukan hubungan antara nilai.
·         Nilai Subjektif
·         Nilai Objektif
Nilai yang digunakan untuk menunjuk pandangan seseorang terhadap nilai.
·         Nilai Relatif
·         Nilai Mutlak (Absolute)
Nilai yang digunakan untuk menunjukkan apa yang dinilai.


Nilai Subjektif

Definisi bagi Nilai Subjektif adalah nilai (kualiti) yang diterima atau ditolak oleh seseorang individu dengan berdasarkan kepada pandangannya sendiri terhadap sesuatu benda atau perkara. Sebenarnya, Nilai subjektif adalah berasal daripada “dunia dalaman” individu, iaitu berpunca daripada dalaman individu.

Berdasarkan maklumat, boleh dirumuskan bahawa nilai Subjektif mempunyai beberapa fungsi yang penting. Antaranya adalah membayangkan keinginan, minat dan harapan terhadap sesuatu benda atau perkara. Nilai Subjektif juga berperanan dapat membayangkan perasaan gemar atau tidak gemar bagi individu terhadap sesuatu perkara atau benda.

Terdapat banyak contoh yang boleh dikaitkan dengan Nilai Subjektif dalam proses pembentukan moral individu, antaranya ialah pengunaan buku teks dalam pengajaran Pendidikan Moral. Secara amnya, penggunaan buku teks Pendidikan Moral adalah membantu pelajar mengkaji perkara-perkara yang dibincangkan. Pelajar boleh memberi nilai atau pendapatnya berdasarkan kehendakan soalan-soalan dalam buku tersebut dan ini dapat membentuk yakin diri dalam pelajar sendiri. Akan tetapi, sekiranya buku ini dibaca oleh individu yang mempunyai pemikiran kasar, maka buku itu tidak nilai bagi mereka. Kerana mereka akan berpendapat bahawa segala pengajaran atau maklumat dalam buku adalah tidak relevan dalam kehidupan.

Selain itu, kes hukuman rotan ke atas murid di dalam kelas juga merupakan salah satu contoh yang hangat dibincangkan dalam isu pendidikan. Sebenarnya, terdapat sebabnya guru merotan muridnya dalam kelas. Mungkin ia berlaku disebabkan murid tersebut terlalu nakal atau malas dalam kelas sehingga menganggu proses pengajaran dan pembelajaran. Contoh ini amat sesuai kerana ia boleh memberi impak kepada murid supaya mengamalkan amalan yang bagus dan bertanggungjawab sebagai penerima ilmu. Justeru, ia akan membantu remaja dalam membentuk  sikap dan moral yang baik.

Nilai Objektif
Definisi bagi Nilai Objektif adalah nilai yang bebas daripada pilihan peribadi. Nilai yang diterima atau ditolak berdasarkan pengalaman dalaman yang dialami atau berpunca dari aspek luar yang dipersetujui oleh kebanyakkan orang.  

Nilai Objektif berfungsi bagi menegaskan bahawa setiap barangan atau objek tersebut mempunyai bentuk dan kegunaan tersendirinya. Dengan dapat mengenalpasti bentuk atau kegunaan objek, maka kita dapat membuat pertimbangan selanjutnya.

Bagi contoh nilai ini, seperti isu pergaduhan dalam masyarakat hendak dielakkan menjadi satu pengajaran bagi remaja masa kini bagi aspek perpaduan. Contoh ini adalah diterima dengan sokongan bukti pengajaran daripada tragedi 13 Mei 1969.  Secara umunnya, pengaduhan sememangnya akan membawa kesan yang negatif kepada banyak pihak dan harus dielakkan. Jadi, ia secara langsung dijadikan pembentukan moral yang kukuh dalam jiwa anak bangsa yang cinta kepada keamanan.

Seterusnya, contoh lain seperti pandangan tentang penderaan haiwan adalah tidak mencerminkan nilai perikemanusiaan.  Sebenarnya haiwan memang memberi banyak kegunaan dan kelebihan kepada manusia. Dengan itu, segala kebajikan bagi haiwan harus dijaga oleh tuannya.  Akan tetapi, masih terdapat penderaan haiwan dengan cara dendaan atau deraan memang harus dikejikan. Ini dapat membolehkan remaja mengamalkan nilai moral dengan tidak mengabaikan kebajikan pihak lain.



Nilai Instrumental (Ektrinsik)

Definisi bagi nilai instrumental adalah nilai yang memerlukan kepada nilai lain untuk mencapai sesuatu matlamat . Kualiti yang diterima atau ditolak sebagai alat mencapai sesuatu matlamat. Nilai instrumental ini adalah nilai peringkat kedua (second order value), misalnya berani, rajin, dan hormat-menghormati.

Nilai Instrumental dijadikan satu kepiawaian kepada apa yang dilaksanakan serta membentu adalam menunjukan arah dan menjadi penentu dan dalam membuat pilihan dan tindakan. Akan tetapi, nilai ini menegaskan unsur teguh beriman dan bertakwa dalam setiap tindakan.

Bagi contoh yang boleh dikaitkan dengan nilai instrumental ini adalah: Albert suka membantu rakan-rakannya menyelesaikan masalah matematik bukannya mengharapkan sebarang balasan daripada rakan-rakannya tetapi untuk memantapkan kemahirannya dalam menyelesaikan masalah matematik pada diri sendiri. Contoh ini dapat membantu remaja mengamalkan nilai baik dan diberi pengetahuan bahawa memberi bantuan juga boleh mendatangkan kelebihan pada diri sendiri.

Selain itu, contoh seperti Cikgu Lee mendenda Siew Ming, seorang pelajar yang gagal dalam Bahasa Cina. Akan tetapi, sekirannya dipandang secara positif bagi tindakan Cikgu Lee tersebut sebenarnya adalah untuk meningkatkan semangat memajukan diri dan mengharapkan prestasinya akan bertambah baik pada ujian yang akan datang. Ini membolehkan remaja berfikiran jauh bahawa terdapat niat baik sebelah dendaan dan mengikis perasaan dengki atau benci antara murid dengan guru.

Di samping itu, contoh yang biasa dilihat adalah pihak sekolah mengenakan tindakan disiplin bagi pelajar yang merokok demi menjaga tatatertib para pelajar. Tindakan sekolah ini bukan sahaja boleh menjaga tingkah laku murid-murid, malah ia juga dapat membentuk nilai moral dalam kalangan murid, khasnya remaja kini.


Nilai Instrinsik

Nilai instrinsik  boleh didefinisikan sebagai nilai yang tidak perlu bergantung kepada nilai lain untuk mencapai matlamatnya, kerana nilai itu sendiri merupakan matlamat akhir. Kualiti bagi nilai diterima atau ditolak semata-mata ia berniat baik atau buruk dan tanpa mengira kesannya. Nilai ini merupakan nilai peringkat pertama (first order value), misalnya baik hati, kasih saying, keadilan dan sebagainya.

Nilai ini mempunyai fungsi tersendiri, antaranya ialah menjadi penentuan dalam membuat pilihan atau tindakan. Nilai ini juga menegaskan menyempurnakan tugas dan amanah serta mengutamakan keadilan dalam setiap perbuatan.

Contoh yang boleh dikaitkan dengan nilai ini adalah seperti Situasi Musan ialah seorang ketua kelas tingkatan Enam Biru. Walaupun Musan sebagai pengadil dalam pertandingan banner antara kelas. Walaupun rakan sekelasnya menyuruhnya memberi markah yang tinggi kepada kelas mereka atas statusnya. Namun, Musan tidak berbuat demikan kerana dia menilai semua karya dengan teliti dan adil tanpa dipengaruhi oleh permintaan rakan-rakanya. Contoh ini dapat memberi gambaran kepada remaja supaya bertindak dengan saksama dalam segala hal.

Selain itu, contoh yang boleh diambil seperti Zaini sedang menunggu bas di sebuah pondok bas. Tiba-tiba seorang gadis yang kelihatan dalam keadaan takut dan menyembunyikan diri di belakang pokok. Kemudian, terdapat tiga orang pemuda garang muncul dan bertanya kepada Zaina sama ada ternampak gadis itu. Zaini berbohong mengatakan bahawa gadis itu telah menaiki teksi beberapa saat yang lalu. TIndakan Zaini ini adalah ingin menolong gadis melepaskan diri daripada kesusahan. Contoh ini dapat menerapkan nilai menghulur bantuan dengan tanpa keraguan dalam kalangan remaja. Ini dapat memberi impak kepada remaja supaya mereka mengetahui bahawa kadang-kala pembohongan juga boleh membantu orang. 

Nilai Relatif

Secara umunya, nilai realatif boleh didefinisikan sebagai nilai yang diterima atau ditolak dengan berdasarkan peraturan masyarakat untuk mencapai matlamat masyarakat. Nilai relatif ini adalah bersifat arbitrary, iaitu tidak tertentu, tidak sempurna dan berbeza antara masyarakat yang berlainan. Jadi, nilai relatif ini boleh berubah mengikut semasa dan fahaman mengenai benar atau salah bagi suatu topik yang dibincangankan.

Nilai relatif membolehkan semua manusia membentuk nilai norma masyarakat yang berbeza mengikut kesesuaian pandangan masyarakat masing-masing. Nilai ini mampu mengubah nilai norma masyarakat mengikut masalah yang dihadapi dan juga pemikiran manusia. Nilai relatif yang berdasarkan pandangan digunakan untuk menggantikan nilai atau norma masyarakat yang tidak sesuai atau kurang relavan.

Contoh bagi nilai relatif ini adalah seperti situasi pergaulan bebas antara remaja yang berleluasa serta menjadi isu hangat pada masa kini. Walaupun perkara ini adalah biasa di negara barat, tetapi ia adalah masalah sosial yang hangat di Malaysia.  Negera Barat berpandangan perkara ini adalah tidak bersalah dari sisi undang-undang, manakala Malaysia berpandangan serius tentang isu ini kerana ia membawa kesan seperti orang yang terlibat akan dipandang keji dan dikutuk oleh orang lain. Ini membawa pengajaran kepada remaja supaya mengamalkan nilai relatid yang mengutamakan pandangan dan peraturan dalam masyarakay yang mana ia berada.

Selain itu, kes bersedudukan sebelum berkahwin juga merupakan contoh bagi nilai relatif. Kita tahu bahawa amalan suami isteri tinggal bersama tanpa nikah adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dari segi agama dan dikeji oleh masyarakat. Akan tetapi, kes ini dialukan semata-mata bertujuan untuk memadankan bakal pasangan suami isteri. Disebabkan kes ini dipandang serius di Malaysia, maka ia beri pengajaran kepada remaja masa kini supaya bertindak dengan rasional dan mesti selaras dengan pandangan masyarakat.

Di samping itu, contoh kebebasan memilih pasangan perkahwinan pada dahulu dan kini. Pasa masa dahulu, orang tiada kebebasan untuk memilih pasangan hidupnya. Tetapi, masa kini remaja diberi bebas untuk memilih pasangannya. Menerusi contoh ini, dapat dilihat perubahan zaman membawa ubahan dan pemikiran remaja masa kini harus selaras dengan faham masyarakat dan bukannya mementingkan hasrat diri sahaja.