Jumat, 05 April 2013
proses penalaran dalam berbahasa
Setiap siswa memiliki gaya belajar sendiri. Bobbi Deporter (1992) menyebutkan hal itu sebagai unsur modalitas belajar. Menurutnya ada tiga belajar pada tiap diri siswa dimana tiap orang memiliki kecenderungan terhadap salah satunya. Ketiga hal itu adalah visual, auditorial, dan kinestetis. Siswa yang memiliki kecenderungan visual akan cenderung belajar dengan cara melihat. Siswa dengan kecenderungan auditorial akan lebih tertarik untuk belajar dengan mendengarkan suara-suara. Sementara siswa dengan karakter kinestetis akan lebih tertarik untuk praktek dengan melakukan suatu kegiatan atau menyentuh secara langsung.
Dalam pembelajaran kontekstual, guru dituntut untuk dapat memahami karakteristik belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan gayanya masing-masing. Dalam pembelajaran konvensional, guru sering lupa memperhatikan hal ini. Sehingga yang terjadi adalah apa yang dikatakan Oleh Paulo Freire sebagai pemaksaan kehendak.Sehubungan dengan itu, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan menerapkan model belajar pembelajaran kontekstual, yakni :
Pertama, siswa harus dipandang sebagai manusia yag sedang berkembang dan bukan sebagai orang dewasa dalam ukuran kecil. Kemampuan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh level perkembangan siswa sehingga kita tidak boleh memberikan pelajaran yang tidak sesuai dengan level perkembangan siswa tersebut. Dengan demikian guru tidak bertindak sebagai penguasa dalam sebuah pembelajaran, namun ia berperan sebagai pembimbing siswa dalam membimbing mereka sesuai dengan level perkembangannya.
Kedua, setiap anak memiliki kecenderungan untuk mencoba hal yang baru. Mereka akan senang jika mendapat tantangan-tantangan yang baru. Oleh karena itu, guru berperan sebagai pemilih objek baru dan menantang yang akan dipelajari oleh siswa. Ketiga, belajar bagi siswa adalah mengaitkan hal-hal yang telah dikuasi dengan informasi baru yang mereka dapatkan. Dengan demikian tugs guru adalah untuk mengaitkan informasi yang telah ada pada siswa dengan hal baru yang ia pelajari. Keempat, belajar merupakan proses penyempurnaan skema yang sudah ada pada diri siswa (asimilasi) dan membuat skema yang baru (akomodasi). Dengan demikian guru bertugas untuk membantu melakukan proses asimilasi dan akomodasi.
Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.Dalam konteks itu, prosedur atau program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. Atas dasar itu, saran pokok dalam prosedur atau penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut:
(a) Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar,
(b) Nyatakan tujuan umum pembelajarannya,
(c) Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu,
(d) Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa,
(e) Nyatakan authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.Dengan mengetahui dan memahami prosedur pelaksanaan atau implementasi model pembelajaran kontekstual oleh guru, maka akan memudahkan bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran yang dilakukannya. Prsedur yang dikemuakan di atas, bukanlah harga mati dan kaku, guru boleh mencari dan menambah tahapan atau konsep lainnya, sehingga lebih memperkaya dan memperluas prosedur pelaksanaan model pembelajaran kontektual ini. Semoga.
Diposkan oleh lienz-lienz di 03:30 0 komentar
tulisan ilmiah
Dalam kedudukan resminya sebagai bahasa negara dan bahasa kebangsaan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Bahasa Indonesia secara bertahap dan sistematis mengalami penyempurnaan ejaannya.
Pada tahapan terakhir, tanggal 16 Agustus 1972 Ejaan Bahasa Indonesia dibakukan sesuai dengan EYD dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972.
Kamis, 28 Maret 2013
TUGAAS KLKP 27 MARET 2013
KOMPUTERISASI LEMBAGA KEUANGAN PERBANKAN
Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun
dana dari masyarakat. perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri,
apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan
sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh
karena itu pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat.
Di dalam msyarakat terdapat orang memiliki dana lebih (A) dan orang yang yang membutuhkan dana (B). Tanpa adanya (A) atau (B) Bank tidak akan bisa hidup. Bunga untuk masyarakat yang menabung ditulis (i1) dan bunga bagi masyarakat yang meminjam ditulis (i2).
Jika ingin meminjam uang dengan A, antara si A dan si B harus memenuhi 2 syarat yaitu si B harus kenal terlebih dahulu dengan si A agar dapat dipercaya. Dan si A mempunyai uang untuk dipinjamkan untuk si B. Ini disebut dengan Double Coincidence. Dan di dalam double coincidence itu terjadi Financial Intermedit atau Perantara Keuangan.
Antara masyarakat yang menyimpan uangnya (A) di Bank berupa :
1. saving deposit = tabungan.
2. demand deposit = giro.
3. time deposit = deposit
Sedangkan dana yang dipinjamkan (B) untuk masyarakat berupa kredit atau loan. Di dalam (B), untuk mengurangi resiko, Bank lebih memilih 10 orang menabung masing-masing 1juta dari pada 1 orang menabung 10 juta. Inilah yang disebut dengan law of the large member atau hukum bilangan besar, dan hukum ini sangat bergatung pada masyarakat.
Adapun cara lain untuk mempertemukan A dan B selain melalui Bank adalah dengan Capital Market (i3). Capital market dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Saham (surat kepemilikan)
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Imbalan tersebut berupa deviden atau capital gain.
2. Dividen
Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Sedangkan capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek, dimana nilainya melebihi dari harga pembelian.
3. Obligasi (surat hutang)
obligasi merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Imbalan dari obligasi adalah diskonto.
Jika B mengalami kerugian atau kematian maka Bank tidak akan menanggung kerugian itu sendiri. Bank bekerja sama dengan asuransi. Sebut saja asuransi XYZ dengan premi 30% & up 30 jika asuransi XYZ tidak kuat menanggung kerugian Bank, maka terjadilah reasuransi kepada asuransi KLM dengan premi 30% & up 30, dan jika asuransi KLM tidak sanggup juga untuk menanggung kerugian BANK maka terjadilah retrocessi kepada asuransi ABC dengan premi 40% & up 40.
Demi mendapatkan saham BANK, asuransi ABC membeli saham-saham dari BANK untuk membuka usaha leasing sebut saja DEF leasing, biasanya leasing yang dibuka asuransi itu berupa kendaraan dan barang elektronik. Jadi selain asuransi ABC memiliki saham BANK, asuransi ABC pun memiliki usaha yang diberi nama DEF leasing.
Di indonesia untuk sekarang ini belum ada asuransi yang seperti asuransi ABC. Asuransi ABC baru ada di luar negeri. Dan yang dimaksud dengan transnational corporation jika perusahaan asuransi ABC memiliki saham dari beberapa BANK di negara lain.
Pengertian Dari World Financial Flow :
Di dalam msyarakat terdapat orang memiliki dana lebih (A) dan orang yang yang membutuhkan dana (B). Tanpa adanya (A) atau (B) Bank tidak akan bisa hidup. Bunga untuk masyarakat yang menabung ditulis (i1) dan bunga bagi masyarakat yang meminjam ditulis (i2).
Jika ingin meminjam uang dengan A, antara si A dan si B harus memenuhi 2 syarat yaitu si B harus kenal terlebih dahulu dengan si A agar dapat dipercaya. Dan si A mempunyai uang untuk dipinjamkan untuk si B. Ini disebut dengan Double Coincidence. Dan di dalam double coincidence itu terjadi Financial Intermedit atau Perantara Keuangan.
Antara masyarakat yang menyimpan uangnya (A) di Bank berupa :
1. saving deposit = tabungan.
2. demand deposit = giro.
3. time deposit = deposit
Sedangkan dana yang dipinjamkan (B) untuk masyarakat berupa kredit atau loan. Di dalam (B), untuk mengurangi resiko, Bank lebih memilih 10 orang menabung masing-masing 1juta dari pada 1 orang menabung 10 juta. Inilah yang disebut dengan law of the large member atau hukum bilangan besar, dan hukum ini sangat bergatung pada masyarakat.
Adapun cara lain untuk mempertemukan A dan B selain melalui Bank adalah dengan Capital Market (i3). Capital market dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Saham (surat kepemilikan)
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Imbalan tersebut berupa deviden atau capital gain.
2. Dividen
Deviden adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Sedangkan capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek, dimana nilainya melebihi dari harga pembelian.
3. Obligasi (surat hutang)
obligasi merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Imbalan dari obligasi adalah diskonto.
Jika B mengalami kerugian atau kematian maka Bank tidak akan menanggung kerugian itu sendiri. Bank bekerja sama dengan asuransi. Sebut saja asuransi XYZ dengan premi 30% & up 30 jika asuransi XYZ tidak kuat menanggung kerugian Bank, maka terjadilah reasuransi kepada asuransi KLM dengan premi 30% & up 30, dan jika asuransi KLM tidak sanggup juga untuk menanggung kerugian BANK maka terjadilah retrocessi kepada asuransi ABC dengan premi 40% & up 40.
Demi mendapatkan saham BANK, asuransi ABC membeli saham-saham dari BANK untuk membuka usaha leasing sebut saja DEF leasing, biasanya leasing yang dibuka asuransi itu berupa kendaraan dan barang elektronik. Jadi selain asuransi ABC memiliki saham BANK, asuransi ABC pun memiliki usaha yang diberi nama DEF leasing.
Di indonesia untuk sekarang ini belum ada asuransi yang seperti asuransi ABC. Asuransi ABC baru ada di luar negeri. Dan yang dimaksud dengan transnational corporation jika perusahaan asuransi ABC memiliki saham dari beberapa BANK di negara lain.
Sabtu, 23 Maret 2013
PENGERTIAN PUISI
PUISI
Puisi
adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah
baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi
dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
2. Jenis dan Contoh Puisi Lama
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contoh : Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
b) Pantun
adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap
baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2
baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri
dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka. Contoh : Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. Contoh : Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
d) Seloka adalah pantun berkait. Contoh : Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. Contoh : Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
NILAI SUBJEKTIF,OBJEKTF,INTRUMENTAL,INTRINSIK,RELATIF
Nilai Subjektif, Objektif, Instrumental (Ekstrinsik), Intrinsik, Relatif
Pengenalan
Pengenalan
Secara
umunnya, terdapat 6 jenis nilai utama yang sering digunakan oleh
individu dalam pelbagai konteks, antaranya ialah nilai instrumental
(juga dikenali sebagai nilai ekstrinsik), nilai intrinsik, nilai
subjektif, nilai objektif, nilai relatif dan nilai mutlak (absolute).
Sebenarnya, nilai mempunyai beberapa fungsinya. Yang berikut adalah antara fungsi-fungsi terpenting bagi nilai. ( Eow B.H., 2001)
Nilai
berperanan sebagai satu kriteria atau piawai (standard) yang konsisten
agar individu atau masyarakat bertindak dengan baik, betul dan boleh
diterima. Fungsi ini membolehkan individu dan masyarakat menjadi agen
moral dan pengkritik moral, iaitu mengetahui apa yang boleh dilakukan
dan menilai kemoralan diri sendiri dan orang lain.
Selain
itu, fungsi nilai juga sebagai satu tunjuk arah, rujukan dan panduan
untuk menyelesaikan konflik moral. Ini bermaksud, walaupun dalam keadaan
beberapa nilai mungkin berkonflik, keutamaan nilai seseorang itu akan
membantunya menyelesaikan konflik yang dialami. Nilai bukan hanya
sebagai perangsang, malahan membataskan perlakuan seseorang. Ini
bermakna seseorang itu akan bertindak mengikut nilainya sendiri dan
tidak akan melakukan sesuatu yang dirasakan berlawanan dengan nilai yang
dihayati.
Di samping itu, nilai juga berfungsi sebagai batasan (restriction)
terhadap perbuatan dan kelakuan individu atau masyarakat mengikut
kehendak nilai yang dipengangi. Apabila kita dapat memahami dan
menghayati nilai, maka kita akan melakukan perbuatan mengikut kehendak
dan kepentingan nilai terhadap diri sendiri dan orang lain.
Dalam
asas nilai etika, terdapat pelbagai cara dan konteks dalam menggunakan
sesuatu nilai. Jadual berikut adalah tiga konteks utama yang boleh
membantu seseorang itu memahami sesuatu nilai:
Jenis-jenis nilai
|
Peranan
|
· Nilai Instrumental (Ekstrinsik)
· Nilai Intrinsik
|
Nilai yang digunakan untuk menunjukan hubungan antara nilai.
|
· Nilai Subjektif
· Nilai Objektif
|
Nilai yang digunakan untuk menunjuk pandangan seseorang terhadap nilai.
|
· Nilai Relatif
· Nilai Mutlak (Absolute)
|
Nilai yang digunakan untuk menunjukkan apa yang dinilai.
|
Nilai Subjektif
Definisi
bagi Nilai Subjektif adalah nilai (kualiti) yang diterima atau ditolak
oleh seseorang individu dengan berdasarkan kepada pandangannya sendiri
terhadap sesuatu benda atau perkara. Sebenarnya, Nilai subjektif adalah berasal daripada “dunia dalaman” individu, iaitu berpunca daripada dalaman individu.
Berdasarkan
maklumat, boleh dirumuskan bahawa nilai Subjektif mempunyai beberapa
fungsi yang penting. Antaranya adalah membayangkan keinginan, minat dan
harapan terhadap sesuatu benda atau perkara. Nilai Subjektif juga
berperanan dapat membayangkan perasaan gemar atau tidak gemar bagi
individu terhadap sesuatu perkara atau benda.
Terdapat
banyak contoh yang boleh dikaitkan dengan Nilai Subjektif dalam proses
pembentukan moral individu, antaranya ialah pengunaan buku teks dalam
pengajaran Pendidikan Moral. Secara amnya, penggunaan buku teks
Pendidikan Moral adalah membantu pelajar mengkaji perkara-perkara yang
dibincangkan. Pelajar boleh memberi nilai atau pendapatnya berdasarkan
kehendakan soalan-soalan dalam buku tersebut dan ini dapat membentuk
yakin diri dalam pelajar sendiri. Akan tetapi, sekiranya buku ini dibaca
oleh individu yang mempunyai pemikiran kasar, maka buku itu tidak nilai
bagi mereka. Kerana mereka akan berpendapat bahawa segala pengajaran
atau maklumat dalam buku adalah tidak relevan dalam kehidupan.
Selain
itu, kes hukuman rotan ke atas murid di dalam kelas juga merupakan
salah satu contoh yang hangat dibincangkan dalam isu pendidikan.
Sebenarnya, terdapat sebabnya guru merotan muridnya dalam kelas. Mungkin
ia berlaku disebabkan murid tersebut terlalu nakal atau malas dalam
kelas sehingga menganggu proses pengajaran dan pembelajaran. Contoh ini
amat sesuai kerana ia boleh memberi impak kepada murid supaya
mengamalkan amalan yang bagus dan bertanggungjawab sebagai penerima
ilmu. Justeru, ia akan membantu remaja dalam membentuk sikap dan moral yang baik.
Nilai Objektif
Definisi bagi Nilai Objektif adalah nilai yang bebas daripada pilihan peribadi. Nilai yang diterima atau ditolak berdasarkan pengalaman dalaman yang dialami atau berpunca dari aspek luar yang dipersetujui oleh kebanyakkan orang.
Nilai
Objektif berfungsi bagi menegaskan bahawa setiap barangan atau objek
tersebut mempunyai bentuk dan kegunaan tersendirinya. Dengan dapat
mengenalpasti bentuk atau kegunaan objek, maka kita dapat membuat
pertimbangan selanjutnya.
Bagi
contoh nilai ini, seperti isu pergaduhan dalam masyarakat hendak
dielakkan menjadi satu pengajaran bagi remaja masa kini bagi aspek
perpaduan. Contoh ini adalah diterima dengan sokongan bukti pengajaran
daripada tragedi 13 Mei 1969. Secara umunnya,
pengaduhan sememangnya akan membawa kesan yang negatif kepada banyak
pihak dan harus dielakkan. Jadi, ia secara langsung dijadikan
pembentukan moral yang kukuh dalam jiwa anak bangsa yang cinta kepada
keamanan.
Seterusnya, contoh lain seperti pandangan tentang penderaan haiwan adalah tidak mencerminkan nilai perikemanusiaan. Sebenarnya
haiwan memang memberi banyak kegunaan dan kelebihan kepada manusia.
Dengan itu, segala kebajikan bagi haiwan harus dijaga oleh tuannya. Akan
tetapi, masih terdapat penderaan haiwan dengan cara dendaan atau deraan
memang harus dikejikan. Ini dapat membolehkan remaja mengamalkan nilai
moral dengan tidak mengabaikan kebajikan pihak lain.
Nilai Instrumental (Ektrinsik)
Definisi bagi nilai instrumental adalah nilai yang memerlukan kepada nilai lain untuk mencapai sesuatu matlamat . Kualiti yang diterima atau ditolak sebagai alat mencapai sesuatu matlamat. Nilai instrumental ini adalah nilai peringkat kedua (second order value), misalnya berani, rajin, dan hormat-menghormati.
Nilai Instrumental dijadikan satu kepiawaian kepada
apa yang dilaksanakan serta membentu adalam menunjukan arah dan menjadi
penentu dan dalam membuat pilihan dan tindakan. Akan tetapi, nilai ini
menegaskan unsur teguh beriman dan bertakwa dalam setiap tindakan.
Bagi
contoh yang boleh dikaitkan dengan nilai instrumental ini adalah:
Albert suka membantu rakan-rakannya menyelesaikan masalah matematik
bukannya mengharapkan sebarang balasan daripada rakan-rakannya tetapi untuk
memantapkan kemahirannya dalam menyelesaikan masalah matematik pada
diri sendiri. Contoh ini dapat membantu remaja mengamalkan nilai baik
dan diberi pengetahuan bahawa memberi bantuan juga boleh mendatangkan
kelebihan pada diri sendiri.
Selain
itu, contoh seperti Cikgu Lee mendenda Siew Ming, seorang pelajar yang
gagal dalam Bahasa Cina. Akan tetapi, sekirannya dipandang secara
positif bagi tindakan Cikgu Lee tersebut sebenarnya adalah untuk
meningkatkan semangat memajukan diri dan mengharapkan prestasinya akan
bertambah baik pada ujian yang akan datang. Ini membolehkan remaja
berfikiran jauh bahawa terdapat niat baik sebelah dendaan dan mengikis
perasaan dengki atau benci antara murid dengan guru.
Di samping itu, contoh yang biasa dilihat adalah pihak sekolah mengenakan tindakan disiplin bagi pelajar yang merokok demi menjaga tatatertib para pelajar.
Tindakan sekolah ini bukan sahaja boleh menjaga tingkah laku
murid-murid, malah ia juga dapat membentuk nilai moral dalam kalangan
murid, khasnya remaja kini.
Nilai Instrinsik
Nilai instrinsik boleh
didefinisikan sebagai nilai yang tidak perlu bergantung kepada nilai
lain untuk mencapai matlamatnya, kerana nilai itu sendiri merupakan
matlamat akhir. Kualiti bagi nilai diterima atau ditolak
semata-mata ia berniat baik atau buruk dan tanpa mengira kesannya. Nilai
ini merupakan nilai peringkat pertama (first order value), misalnya baik hati, kasih saying, keadilan dan sebagainya.
Nilai
ini mempunyai fungsi tersendiri, antaranya ialah menjadi penentuan
dalam membuat pilihan atau tindakan. Nilai ini juga menegaskan
menyempurnakan tugas dan amanah serta mengutamakan keadilan dalam setiap
perbuatan.
Contoh
yang boleh dikaitkan dengan nilai ini adalah seperti Situasi Musan
ialah seorang ketua kelas tingkatan Enam Biru. Walaupun Musan sebagai
pengadil dalam pertandingan banner antara kelas. Walaupun rakan
sekelasnya menyuruhnya memberi markah yang tinggi kepada kelas mereka
atas statusnya. Namun, Musan tidak berbuat demikan kerana dia menilai
semua karya dengan teliti dan adil tanpa dipengaruhi oleh permintaan
rakan-rakanya. Contoh ini dapat memberi gambaran kepada remaja supaya
bertindak dengan saksama dalam segala hal.
Selain
itu, contoh yang boleh diambil seperti Zaini sedang menunggu bas di
sebuah pondok bas. Tiba-tiba seorang gadis yang kelihatan dalam keadaan
takut dan menyembunyikan diri di belakang pokok. Kemudian, terdapat tiga
orang pemuda garang muncul dan bertanya kepada Zaina sama ada ternampak
gadis itu. Zaini berbohong mengatakan bahawa gadis itu telah menaiki
teksi beberapa saat yang lalu. TIndakan Zaini ini adalah ingin menolong
gadis melepaskan diri daripada kesusahan. Contoh ini dapat menerapkan
nilai menghulur bantuan dengan tanpa keraguan dalam kalangan remaja. Ini
dapat memberi impak kepada remaja supaya mereka mengetahui bahawa
kadang-kala pembohongan juga boleh membantu orang.
Nilai Relatif
Secara
umunya, nilai realatif boleh didefinisikan sebagai nilai yang diterima
atau ditolak dengan berdasarkan peraturan masyarakat untuk mencapai
matlamat masyarakat. Nilai relatif ini adalah bersifat arbitrary,
iaitu tidak tertentu, tidak sempurna dan berbeza antara masyarakat yang
berlainan. Jadi, nilai relatif ini boleh berubah mengikut semasa dan
fahaman mengenai benar atau salah bagi suatu topik yang dibincangankan.
Nilai
relatif membolehkan semua manusia membentuk nilai norma masyarakat yang
berbeza mengikut kesesuaian pandangan masyarakat masing-masing. Nilai
ini mampu mengubah nilai norma masyarakat mengikut masalah yang dihadapi
dan juga pemikiran manusia. Nilai relatif yang berdasarkan pandangan
digunakan untuk menggantikan nilai atau norma masyarakat yang tidak
sesuai atau kurang relavan.
Contoh
bagi nilai relatif ini adalah seperti situasi pergaulan bebas antara
remaja yang berleluasa serta menjadi isu hangat pada masa kini. Walaupun
perkara ini adalah biasa di negara barat, tetapi ia adalah masalah
sosial yang hangat di Malaysia. Negera Barat
berpandangan perkara ini adalah tidak bersalah dari sisi undang-undang,
manakala Malaysia berpandangan serius tentang isu ini kerana ia membawa
kesan seperti orang yang terlibat akan dipandang keji dan dikutuk oleh
orang lain. Ini membawa pengajaran kepada remaja supaya mengamalkan
nilai relatid yang mengutamakan pandangan dan peraturan dalam masyarakay
yang mana ia berada.
Selain
itu, kes bersedudukan sebelum berkahwin juga merupakan contoh bagi
nilai relatif. Kita tahu bahawa amalan suami isteri tinggal bersama
tanpa nikah adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dari segi agama dan
dikeji oleh masyarakat. Akan tetapi, kes ini dialukan semata-mata
bertujuan untuk memadankan bakal pasangan suami isteri. Disebabkan kes
ini dipandang serius di Malaysia, maka ia beri pengajaran kepada remaja
masa kini supaya bertindak dengan rasional dan mesti selaras dengan
pandangan masyarakat.
Di
samping itu, contoh kebebasan memilih pasangan perkahwinan pada dahulu
dan kini. Pasa masa dahulu, orang tiada kebebasan untuk memilih pasangan
hidupnya. Tetapi, masa kini remaja diberi bebas untuk memilih
pasangannya. Menerusi contoh ini, dapat dilihat perubahan zaman membawa
ubahan dan pemikiran remaja masa kini harus selaras dengan faham
masyarakat dan bukannya mementingkan hasrat diri sahaja.
ICONTOH ILMIAH YANG ILMIAH,ILMIAH YANG TIDAK ILMIAH
CONTOH ILMIAH
Mahasiswa gundar semester 6 sudah harus membuat PENULISAN ILMIAH(PI) jika tidak membuat PI maka nilai disemeter 6 tidak diberikan.
CONTOH ILMIAH YANG TIDAK ILMIAH
Mahasiswa gundar jika nilai jelek atau tidak mencukupi diwajibkan untuk UM,Tapi kenyatannya tidak semua mahasiswa gundar untuk um,kenyatannya ngulang kelas pun diijinkan oleh pihak kampus.
Mahasiswa gundar semester 6 sudah harus membuat PENULISAN ILMIAH(PI) jika tidak membuat PI maka nilai disemeter 6 tidak diberikan.
CONTOH ILMIAH YANG TIDAK ILMIAH
Mahasiswa gundar jika nilai jelek atau tidak mencukupi diwajibkan untuk UM,Tapi kenyatannya tidak semua mahasiswa gundar untuk um,kenyatannya ngulang kelas pun diijinkan oleh pihak kampus.
CONTOH KASUS ILMIAH
1. Kasus ini merupakan kasus yang terjadi antara pihak AMAN (Aliansi
Masyarakat Adat Nusantara) yang menentang keputusan pemerintah
mengenai UU No. 41/1999. UU ini dianggap melahirkan ketidakpastian
hak bagi masyarakat adat atas wilayah adat mereka yang akhirnya
melahirakn kemiskinan bagi masyarakat adat itu sendiri (Kasepuhan
Cisitu, Lebak, Banten). Lebih khususnya mereka meminta MK untuk
membatalkan dan merubah (penambahan atau pengurangan) terhadap
beberapa pasal di antaranya: 1. Pasal 1 ayat 6: Hutan adat adalah
hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat. 2.
Pasal 4 ayat 3: Penguasaan hutan oleh Negara tetap memperhatikan hak
masyarakat hukum adat, sepanjang kenyataannya masih ada dan diakui
keberadaannya, serta tidak bertentangan dengan kepentingan nasib masyarakat.
Solusinya jadi seharusnya pemerintah lebih mementingkan juga nasib-nasib masyarakat yang memang masih berkeyakinan terhadap adat,karena menurut mereka semua adat itu adalah salah satu peninggalan nenk moyang yang memang harus dijalanin,dan tidak boleh diapus,karena mereka sudah berkeyakinan seperi itu,memang sekarang jamannya sudah moderen,tapi apa boleh buat jika lah mereka bependidikan tinggi pun meraka pasti mengerti,tapi pendidkan mereka diluar sana pun masih kurang,jadi tidak bisa menyalahkan mereka semua juga
Solusinya jadi
Solusinya jadi seharusnya pemerintah lebih mementingkan juga nasib-nasib masyarakat yang memang masih berkeyakinan terhadap adat,karena menurut mereka semua adat itu adalah salah satu peninggalan nenk moyang yang memang harus dijalanin,dan tidak boleh diapus,karena mereka sudah berkeyakinan seperi itu,memang sekarang jamannya sudah moderen,tapi apa boleh buat jika lah mereka bependidikan tinggi pun meraka pasti mengerti,tapi pendidkan mereka diluar sana pun masih kurang,jadi tidak bisa menyalahkan mereka semua juga
Solusinya jadi

